Arti Dari Sebuah Waktu

5 Februari 2012

Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.
 
Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”
 
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.
“Baik nek”, kata wanita tadi.

Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.
Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.
Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?
  1. Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.
  2. Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.
  3. Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.
Semoga kisah diatas bermanfaat.
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Hikmah Dibalik Pelangi

2 Januari 2012

Sahabat. Kita sering melihat pelangi yang berwarna-warni. Kita juga sering melihat aneka warna daun dan bunga. Pernahkah sahabat berfikir, kalau saja daun dan bunga memiliki warna yang sama? Pernahkah pula berfikir kalau saja pelangi hanya satu warna?  Tentunya tidak akan seindah jika tidak warna warni bukan?

Apa yang sahabat rasakan saat melihat warna-warni dalam pelangi, daun dan bunga itu?


Jika sahabat mencermati dengan seksama, menikmati dan merasakannya, tentu sahabat akan merasakan keindahan. Keindahan tidak hanya bisa dilihat, tetapi keindahan itu juga dirasakan hingga merasuk ke dalam hati.


Kaitannya dengan judul makna dibalik perbedaan apa?

Sahabat. Perbedaan warna pada pelangi, daun, dan bunga, adalah sedikit dari ketentuan Allah, Sang Pencipta alam ini. Dan karena perbedaan itu jadilah keindahan.


Indonesia, negara dengan beragam suku, kelompok, budaya, partai dan adat. Itu adalah cara Allah agar Indonesia menjadi indah.

Tiap suku, kelompok, adat  memiliki karakteristik yang tidak harus dibaurkan atau diseragamkan menjadi satu demi persatuan. Justru perbedaan suku dan budaya  itulah keindahan.


Berbangsa-bangsa, bersuku-suku  dan berkelompok tujuannya adalah untuk saling mengenal dalam kelompok kecil itu.

Perbedaan ini tidak membuat kita berpecah dengan kelompok lain, bukan untuk membanggakan kelompoknya atau merendahkan lainnya.

Keberagaman ini adalah untuk mengikuti ketentuan Allah (sunnatullah) yang telah ditetapkan. Keberagaman ini adalah seindah pelangi. Semua menyatu seperti seberkas cahaya matahari yang cemerlang. Satu tekad, satu tujuan yang menghasilkan pembiasan dan keanekaragaman pelangi.


Persatuan adalah perwujudan keharmonisan tiap-tiap komponen yang menerima perbedaan sebagai suatu kekayaan yang memperindah kehidupan. Penyeragaman sering menghasilkan persatuan yang semu. Ibarat pelangi, perbedaan warna muncul hanya untuk menunjukkan keindahan, bukan untuk bercerai berai.


Mari kita perkuat persatuan dalam keberagaman Indonesia.
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Pilih Penyu Atau Ayam?

11 Desember 2011

Mungkin banyak yang mengetahui bagaimana seekor ayam bertelur, namun bagaimana kisah penyu?

Sang penyu menghabiskan jarak ratusan bahkan ribuan mil dari tempat asalnya, dengan resiko ditangkap nelayan, dimangsa ikan hiu sampai tewas dengan tubuh hancur tersambar baling - baling kapal hanya untuk datang bertelur dipantai.

Seekor penyu lambat merayap menuju pantai, kira - kira 50 meter dari garis pantai ia berhenti dan mulai menggali pasir dengan kedua kaki belakangnya.

Tak lama kemudian lubang yang dibuat penyu tercipta, ia mulai bertelur, ratusan telur meluncur deras dari sang penyu . Walaupun punggung & kepalanya disentuh manusia, ia sama sekali tidak merasa terganggu,  terus saja dengan keasyikan bertelurnya.

Selesai ia "memuntahkan" semua isi perutnya, sang penyu segera menutup lubang tersebut, dan kembali "mempersiapkan" perjalanan ratusan milnya dengan segala resikonya tanpa ada jaminan dapat kembali kepantai tersebut dengan selamat tahun berikutnya hanya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi orang lain dan keturunannya.

----------->
Sebagai manusia "perjalanan kita" hampir sama, mengarungi "samudra" kehidupan dengan segala resiko, tantangan dan hambatan yang tidak kalah hebatnya tanpa ada jaminan untuk mencapai tepian "pantai kesuksesan".

Sikap tanpa pamrih sang penyu adalah salah satu contoh bagaimana kita berkontribusi dan berkarya secara diam-diam tanpa pamrih sekalipun banyak "gangguan" disekitar kita demi menghasilkan sesuatu yang sangat berguna bagi orang lain dan keturunan. 

Namun coba Anda bandingkan dengan ayam, jika ingin bertelur ia akan berkotek keras-keras sepanjang hari, seolah memberitahukan seluruh penghuni hutan dan kampung bahwa ia akan berkarya, yang kemudian ternyata cuma bertelur satu butir dan mungkin cuma kecil bentuknya. Dan jikapun "diganggu" saat bertelur, ayam akan mengurungkan niatnya untuk menghasilkan telur.

Sumber: Kiriman dari sahabat Eeng (Pin:2247E1F4)
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini
Heart Collage
 
◄ Design by Romeo