Tampilkan postingan dengan label Coretan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kisah Pemadat Narkoba Asal KANADA Masuk ISLAM

2 Agustus 2013

Seorang pemuda Kanada lahir dari sepasang suami isteri Kanada yang peduli dengan agama. Ketika menginjak usia sebelas tahun ia serius membandingkan berbagai agama yang ada karena ia merasa tidak puas dengan agama asalnya, yaitu Kristen. Semua agama ia pertanyakan, kecuali Islam. Ia samasekali tidak tertarik mempelajari Islam karena opininya begitudalam terformat bahwa Islam merupakan agama kegelapan. 

Menurutnya Islam merupakan agama para teroris sebagaimana yang selama ini dikesankan oleh media Barat pada umumnya.

Namun sayang, belum sampai ke penghujung perjalanan ruhaninya, keburu sebuah tragedi menimpa keluarganya. Ayah dan ibunya bercerai. Ayahnya pergi meninggalkan anak-isterinya. Sedangkan ibunya terperosok ke dalam lembah hitam narkoba. Dalam keadaan seperti itu si anak muda ini pun terbawa menjadi seorang pemadat narkoba. Awalnya ia hanya menjadi seorang pengguna narkoba. Namun dengan berjalannya waktu ia naik pangkat dan akhirnya menjadi pengedar narkoba di samping pengguna. Dan tidak lama kemudian ia bahkan menjadi salah seorang pimpinan jaringan narkoba papan atas di Kanada.

Saat ia mencapai karir tertingginya di dunia gelap jaringan narkoba, ia pun tertangkap dan akhinya berurusan dengan polisi. Ia sempat masuk penjara selama empat tahun.


Setelah menjalani masa tahanannya, begitu keluar iapun segera mengunjungi salah satu pangkalan favorit tempat para pemadat biasa berkumpul. Maka mulailah iapun menikmati suasana ”fly” dengan narkobanya. Saat ia sedang sakau itulah ia duduk di samping seorang pemuda keturunan Maroko yang dilihatnya agak berbeda saat melinting rokoknya. Iapun bertanya pada pemuda itu : 
Pemuda Kanada : ”Anda berasal dari mana? Kok anda melinting rokok berbeda dengan kebanyakan orang di sini?”
Pemuda Maroko : ”Inilah kebiasaan orang di negeri saya ketika melinting rokok.”
Pemuda Kanada : ”Anda berasal dari mana?”
Pemuda Maroko : ”Saya berasal dari Afrika Utara, dari Maroko. Itulah negeri nenek-moyang saya.”
Pemuda Kanada : ”Kalau begitu anda seorang muslim ya?”
Pemuda Maroko : ” Iya benar, saya seorang muslim dari Maroko.”

Maka sambil keduanya tenggelam dalam narkobanya masing-masing.



Mulailah keduanya terlibat dalam sebuah dialog panjang-lebar seputar agama Islam. Si pemuda Kanada menanyakan berbagai hal mengenai agama Islam, sementara si pemuda keturunan Maroko menjawab sebatas pengetahuannya. Ternyata dialog mereka berlangsung terus sampai keduanya kehabisan narkoba. Tanpa disadari keduanya telah ngobrol seputar Islam selama tidak kurang dua jam di tempat mangkalnya para pemadat.

Tapi si pemuda Kanada masih belum puas. Masih banyak pertanyaan yang mengganjal. Sedangkan si pemuda Maroko sudah kehabisan pengetahuan yang ia miliki seputar Islam. Tiba-tiba datang pemuda ketiga yang ternyata berasal dari keturunan Aljazair ikut terlibat dalam perbincangan seputar Islam itu. Maka perbincangan seputar Islam dilanjutkan dengan narasumbernya beralih kepada si pemuda Aljazair. Namun pada saat-saat tertentu kadang terjadi perselisihan pendapat antara si pemuda Aljazair dengan si pemuda Maroko. Ini wajar. Karena dalam sejarah Islam bahkan perpedaan pendapat antara para ulama saja sering dijumpai, apalagi antara sesama orang awam ilmu agama. Sesi kedua ”seminar” berakhir dua jam berikutnya.

Ternyata bermula dari perbincangan soal Islam di pangkalan para pemadat, si pemuda Kanada alhasil memperoleh hidayah iman dan Islam. Iapun mengikrarkan dua kalimat syahadat.


Setelah beberapa tahun semenjak ia masuk Islam; dalam suatu kesempatan Muslim Youth Gatheringsi pemuda Kanada tadi menceritakan riwayat hidupnya kepada sesama peserta. Termasuk ia menceritakan soal pengalaman awalnya mendapat hidayah di pangkalan pemadat. Sewaktu ia sedang menceritakan pengalamannya salah seorang peserta berkomentar: ”Jelek sekali pemuda muslim Maroko dan Aljazair itu berada di tempat para pemadat yang terkutuk!”

Maka dengan suara tinggi si pemuda Kanada tersebut berkata: ”Saya tidak tahu di mana keberadaan dan bagaimana nasib kedua pemuda yang ngobrol dengan saya di pangkalan pemadat itu. Tapi suatu hal yang perlu Anda ketahui bahwa jika saat ini saya beramal sholeh atau beribadah; entah itu sholat atau puasa atau yang lainnya, maka kedua pemuda Maroko dan Aljazair tadi mendapat bagian dari pahala kebaikan yang saya kerjakan. Sebab merekalah yang telah berjasa pertama kali memberi hidayah iman dan Islam kepada saya.”

Demikianlah, betapa besarnya ganjaran berda’wah mengajak manusia ke jalan hidayah iman dan Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang mengikutinya. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa orang yang mengikutinya.” (HR Muslim 13/164)

Itulah di antara rahasia mengapa dalam ajaran Islam kita diperintahkan untuk mendoakan sholawat dan salam bagi Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sebab beliau adalah orang paling pertama yang berjasa menyebarkan hidayah iman-Islam ke tengah ummat manusia.  

Allahumma sholli wa sallim wa baarik ’ala Muhammadin wa ’ala aalihi wa ashabihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid-diin…

-eN-

Sumber : Era Muslim
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Hidup Memang Serba Salah

30 Desember 2012

HIDUP memang SERBA SALAH.
Maaf jika terdengar pesimis, namun itulah KENYATAAN nya.
Kita sebagai manusia memiliki ILUSI untuk berpikir bahwa kita akan BAHAGIA jika kita MEMILIKI, MENDAPATKAN atau MENJADI seperti apa yang kita inginkan.
“Saya akan BAHAGIA jika saya mendapatkan pacar cantik, ganteng, setia, kaya, penurut, badboy, badgirl, nice guy, nice girl, muda, tua, dewasa, imut, cute, tinggi, pendek, putih, hitam, dan lain-lain”.
“Saya akan BAHAGIA jika saya jadi artis, sutradara, milyarder, manager, pengusaha, pemodal, pekerja kantoran, presiden, menteri, gubernur dan lain-lain”.
“Saya akan BAHAGIA jika saya punya baju mahal, mobil mahal, rumah mahal, harta karun, pulau, pesawat, helikopter dan lain-lain”.
Namun KENYATAAN nya, kita tidak kunjung bahagia WALAUPUN kita SUDAH memiliki, mendapatkan ataupun menjadi seperti apa yang kita inginkan.
Awalnya mau pacar cantik/ganteng.
Setelah dapat pacar cantik/ganteng ingin yang imut.
Setelah dapat yang imut ingin yang setia.
Setelah dapat yang setia ingin yang penurut.
Setelah dapat yang penurut ingin yang agak binal.
Setelah dapat yang agak binal ingin yang luar biasa.
Setelah dapat yang luar biasa ingin yang biasa.
Mau keluar negeri, tapi setelah keluar negeri malah rindu pulang.
Mau terkenal, tapi setelah terkenal malah butuh privacy.
Saat sibuk mau santai. Saat santai mau sibuk.
Mau benda A, tapi setelah dapat A ternyata ingin B.
Hidup MEMANG SERBA SALAH, bukan?
Kita manusia TIDAK AKAN PERNAH BAHAGIA..
saya ulangi..
Kita manusia TIDAK AKAN PERNAH BAHAGIA..
..jika kita masih memiliki ILUSI bahwa kebahagiaan akan datang SAAT kita memiliki, mendapatkan atau menjadi seperti apa yang kita inginkan.
Kebahagiaan datang bukanlah saat kita memiliki, mendapatkan atau menjadi seperti apa yang kita inginkan, melainkan saat kita MENCINTAI dan MENSYUKURI apa yang kita miliki SAAT INI.
Mengapa SAAT INI?
Karena hari kemarin SUDAH LEWAT, dan hari esok BELUM DATANG.
Kita hanya dapat merasakan sesuatu SAAT INI dan SAAT INI saja.

Jika anda belum punya pacar, bersyukurlah karena anda masih punya kebebasan untuk bergaul dengan lawan jenis seluas-luasnya tanpa larangan atau kecemburuan seorang pacar.
Jika anda belum sukses soal percintaan, bersyukurlah karena anda masih bisa membeli eBook dan mengikuti seminar saya yang tentu saja akan amat sangat membantu kehidupan percintaan anda.
Jika anda belum punya apa-apa, bersyukurlah karena anda masih bisa hidup, masih bisa makan, masih bisa menikmati kesehatan, dan masih bisa membaca tulisan saya yang amat sangat luar biasa spektakuler ini.
Oleh karena itu, CINTAI dan SYUKURI apapun yang anda punya SAAT INI.
Saat anda mencintai dan mensyukuri apapun yang anda punya SAAT INI, maka hidup tidak lagi SERBA SALAH, melainkan SERBA PUAS, SERBA NIKMAT.
Saat anda mencintai dan mensyukuri apa yang anda punya SAAT INI, saat ini pula lah anda BAHAGIA.
Namun apakah MENCINTAI dan MENSYUKURI apa yang anda punya saat ini BERARTI anda TIDAK MELAKUKAN APA-APA untuk memiliki, mendapatkan atau menjadi seperti apa yang anda inginkan?
TENTU SAJA TIDAK.
MENCINTAI dan MENSYUKURI apa yang anda punya saat ini BUKAN BERARTI anda TIDAK MELAKUKAN APA-APA untuk memiliki, mendapatkan atau menjadi seperti apa yang anda inginkan. Hanya saja INGAT bahwa memiliki, mendapatkan dan menjadi seperti apa yang anda inginkan TIDAKLAH membuat anda BAHAGIA.
Yang membuat kita BAHAGIA adalah saat kita MENCINTAI dan MENSYUKURI apa yang kita miliki SAAT INI.
Lakukanlah YANG TERBAIK untuk memiliki, mendapatkan dan menjadi seperti apa yang anda inginkan, namun CINTAI, SYUKURI dan NIKMATI setiap detik PROSES nya mulai SAAT INI.
Hidup memang serba salah. Oleh karena itu, nikmati saja.
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Buang Rasa Penyesalan Yang Ada Di Dalam Dirimu

26 September 2012





Semua orang pasti pernah mengalaminya, tapi taukah anda apa yang sudah anda lakukan untuk menyelesaikannya.

Aku pernah banyak mengalami penyesalan dalam hidup, bahkan kata penyesalan slalu ada dalam hidupku. sekarang aku jauh lebih dewasa dalam hidup ini, dan mulai mencoba menjauhkan kata penyesalan dalam hidupku.

Wahai sahabat, memang tak mudah menjauhkan kata menyesal dalam setiap apa yang akan kita lakukan, disini aku akan mencoba menceritakan rasa penyesalanku yang paling besar.


Saat itu aku melakukan hal yang sangat salah bahkan sangat berdosa, dan setelah hal itu berakhir aku hanya bisa berkata aku menyesal melakukan semua itu, tapi semua telah terjadi dan tak bisa di ubah lagi, setelah peristiwa itu aku mencoba berpikir dan berkata dalam hati, betapa bodohnya aku Ya Allah, aku meninggalkanMu saat itu terjadi? tapi itu semua tak berarti, tidak ada gunanya menyalahkan orang lain yang aku lakukan hanyalah duduk dan mencoba menenangkan diri, sungguh tak ada untungnya kalau apa yang kita lakukan akan membawa hasil penyesalan, cobalah untuk selalu memperbaiki diri, sebelum semuanya terjadi.

Semoga dengan motivasi yang sederhana ini, bisa membuka mata hati sahabat untuk berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan apapun.
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Gendong Aku Sampai Ajal Menjemputku

7 Agustus 2012

Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku. Sambil memegang tangannya aku berkata, "Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Istriku lalu duduk di samping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku.

Aku ingin sebuah perceraian di antara kami, karena itu aku beranikan diriku. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik bertanya kepadaku dengan tenang, "Mengapa?" Aku menolak menjawabnya, ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus menangis dan menangis. Aku tahu bahwa dia ingin tahu alasan di balik keinginanku untuk bercerai.

Dengan sebuah rasa bersalah yang dalam, aku membuat sebuah pernyataan persetujuan untuk bercerai dan dia dapat memiliki rumah kami, mobil, dan 30% dari keuntungan perusahaan kami. Dia sungguh marah dan merobek kertas itu. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya bersamaku itu telah menjadi orang yang asing di hatiku. Aku minta maaf kepadanya karena dia telah membuang waktunya 10 tahun bersamaku, untuk semua usaha dan energi yang diberikan kepadaku, tapi aku tidak dapat menarik kembali apa yang telah kukatakan kepada Jane, wanita simpananku, bahwa aku sungguh mencintainya. Istriku menangis lagi. Bagiku tangisannya sekarang tidak berarti apa-apa lagi. Keinginanku untuk bercerai telah bulat.

Hari berikutnya, ketika aku kembali ke rumah sedikit larut, kutemukan dia sedang menulis sesuatu di atas meja di ruang tidur kami. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur karena ngantuk yang tak tertahankan akibat rasa capai sesudah seharian bertemu dengan Jane. Ketika terbangun, kulihat dia masih duduk di samping meja itu sambil melanjutkan tulisannya. Aku tidak menghiraukannya dan kembali meneruskan tidurku.

Pagi harinya, dia menyerahkan syarat-syarat perceraian yang telah ditulisnya sejak semalam kepadaku. Dia tidak menginginkan sesuatupun dariku, tetapi hanya membutuhkan waktu sebulan sebelum perceraian. Dia memintaku dalam sebulan itu, kami berdua harus berjuang untuk hidup normal layaknya suami istri. Alasannya sangat sederhana. Putra kami akan menjalani ujian dalam bulan itu sehingga dia tidak ingin mengganggunya dengan rencana perceraian kami. Selain itu, dia juga meminta agar aku harus menggendongnya sambil mengenang kembali saat pesta pernikahan kami. Dia memintaku untuk menggendongnya selama sebulan itu dari kamar tidur sampai muka depan pintu setiap pagi.

Aku pikir dia sudah gila. Akan tetapi, biarlah kucoba untuk membuat hari-hari terakhir kami menjadi indah demi perceraian yang kuinginkan, aku pun menyetujui syarat-syarat yang dia berikan. Aku menceritakan kepada Jane tentang hal itu. Jane tertawa terbahak-bahak mendengarnya. "Terserah saja apa yang menjadi tuntutannya tapi yang pasti dia akan menghadapi perceraian yang telah kita rencanakan," kata Jane.

Ada rasa kaku saat menggendongnya untuk pertama kali, karena kami memang tak pernah lagi melakukan hubungan suami istri belakangan ini. Putra kami melihatnya dan bertepuk tangan di belakang kami. "Wow, papa sedang menggendong mama." Sambil memelukku dengan erat, istriku berkata, "Jangan beritahukan perceraian ini kepada putra kita." Aku menurunkannya di depan pintu. Dia lalu pergi ke depan rumah untuk menunggu bus yang akan membawanya ke tempat kerjanya, sedangkan aku mengendarai mobil sendirian ke kantorku.

Pada hari kedua, kami berdua melakukannya dengan lebih mudah. Dia merapat melekat erat di dadaku. Aku dapat mencium dan merasakan keharuman tubuhnya. Aku menyadari bahwa aku tidak memperhatikan wanita ini dengan seksama untuk waktu yang agak lama. Aku menyadari bahwa dia tidak muda seperti dulu lagi, ada bintik-bintik kecil di wajahnya, rambutnya pun sudah mulai beruban. Namun entah kenapa, hal itu membuatku mengingat bagaimana pernikahan kami dulu.

Pada hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku mulai merasakan kedekatan. Inilah wanita yang telah memberi dan mengorbankan 10 tahun kehidupannya untukku. Pada hari keenam dan ketujuh, aku mulai menyadari bahwa kedekatan kami sebagai suami istri mulai tumbuh kembali di hatiku. Aku tentu tidak mengatakan perasaan ini kepada Jane.

Suatu hari, aku memperhatikan dia sedang memilih pakaian yang hendak dia kenakan. Dia mencoba beberapa darinya tapi tidak menemukan satu pun yang cocok untuknya. Dia sedikit mengeluh, "Semua pakaianku terasa terlalu besar untuk tubuhku sekarang." Aku mulai menyadari bahwa dia semakin kurus dan itulah sebabnya kenapa aku dapat dengan mudah menggendongnya. Aku menyadari bahwa dia telah memendam banyak luka dan kepahitan hidup di hatinya. Aku lalu mengulurkan tanganku dan menyentuh kepalanya.

Tiba-tiba putra kami muncul dan berkata," Papa, sekarang saatnya untuk menggendong dan membawa mama." Bagi putraku, melihatku menggendong dan membawa mamanya menjadi peristiwa yang penting dalam hidupnya. Istriku mendekati putra kami dan memeluk erat tubuhnya penuh keharuan. Aku memalingkan wajahku dari peristiwa yang bisa mempengaruhi dan mengubah keputusanku untuk bercerai.

Aku lalu mengangkatnya dengan kedua tanganku, berjalan dari kamar tidur kami, melalui ruang santai sampai ke pintu depan. Tangannya melingkar erat di leherku dengan lembut dan sangat romantis layaknya suami istri yang harmonis. Aku pun memeluk erat tubuhnya, seperti momen hari pernikahan kami 10 tahun yang lalu. Akan tetapi tubuhnya yang sekarang ringan membuatku sedih.

Pada hari terakhir, aku menggendongnya dengan kedua lenganku. Aku susah bergerak meski cuma selangkah ke depan. Putra kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya erat sambil berkata, "Aku tidak pernah memperhatikan selama ini hidup pernikahan kita telah kehilangan keintiman satu dengan yang lain."

Aku mengendarai sendiri kendaraan ke kantorku, mampir ke tempat Jane. Melompat keluar dari mobilku tanpa mengunci pintunya. Begitu cepatnya karena aku takut jangan sampai ada sesuatu yang membuatku mengubah pikiranku. Aku naik ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku langsung berkata padanya. "Maaf Jane, aku tidak ingin menceraikan istriku."

Jane memandangku penuh tanda tanya bercampur keheranan dan kemudian menyentuh dahiku dengan jarinya. Aku mengelak dan berkata, "Maaf Jane, aku tidak akan bercerai. Hidup perkawinanku terasa membosankan karena dia dan aku tidak memaknai setiap momen kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai satu sama lain. Sekarang aku menyadari sejak aku menggendongnya sebagai syaratnya itu, aku ingin terus menggendongnya sampai hari kematian kami."

Jane sangat kaget mendengar jawabanku. Dia menamparku dan kemudian membanting pintu dengan keras. Aku tidak menghiraukannya. Aku menuruni tangga dan mengendarai mobilku pergi menjauhinya. Aku singgah di sebuah toko bunga di sepanjang jalan itu, aku memesan bunga untuk istriku. Gadis penjual bunga bertanya apa yang harus kutulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, "Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian menjemput."

Petang hari ketika aku tiba di rumah, dengan bunga di tanganku, sebuah senyum menghias wajahku. Aku berlari hanya untuk bertemu dengan istriku dan menyerahkan bunga itu sambil merangkulnya untuk memulai sesuatu yang baru dalam perkawinan kami. Tapi apa yang kutemukan? Istriku telah meninggal di atas tempat tidur yang telah kami tempati bersama 10 tahun pernikahan kami.

Aku baru tahu kalau istriku selama ini berjuang melawan kanker ganas yang telah menyerangnya berbulan-bulan tanpa pengetahuanku karena kesibukanku menjalin hubungan asmara dengan Jane. Istriku tahu bahwa dia akan meninggal dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun begitu, dia ingin menyelamatkanku dari pandangan negatif yang mungkin lahir dari putra kami karena aku menginginkan perceraian, karena reaksi kebodohanku sebagai seorang suami dan ayah, untuk menceraikan wanita yang telah berkorban selama sepuluh tahun yang mempertahankan pernikahan kami dan demi putra kami.

Betapa berharganya sebuah pernikahan saat kita bisa melihat atau mengingat apa yang membuatnya berharga. Ingat ketika dulu perjuangan yang harus dilakukan, ingat tentang kejadian-kejadian yang telah terjadi di antara kalian, ingat juga tentang janji pernikahan yang telah dikatakan. Semuanya itu harusnya hanya berakhir saat maut memisahkan.

-----------------------

Sekecil apapun dari peristiwa atau hal dalam hidup sangat mempengaruhi hubungan kita. Itu bukan tergantung pada uang di bank, mobil atau kekayaan apapun namanya. Semuanya ini bisa menciptakan peluang untuk menggapai kebahagiaan tapi sangat pasti bahwa mereka tidak bisa memberikan kebahagiaan itu dari diri mereka sendiri. Suami-istrilah yang harus saling memberi demi kebahagiaan itu.

Karena itu, selalu dan selamanya jadilah teman bagi pasanganmu dan buatlah hal-hal yang kecil untuknya yang dapat membangun dan memperkuat hubungan dan keakraban di dalam hidup perkawinanmu. Milikilah sebuah perkawinan yang bahagia. Kamu pasti bisa mendapatkannya.

Share cerita ini kepada saudara atau sahabat-sahabatmu. Mungkin saja dapat membantu perkawinan orang lain, terutama mereka yang sedang mengalami masalah dalam pernikahan mereka.

Semoga dapat bermanfaat..
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Arti Dari Sebuah Waktu

5 Februari 2012

Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.
 
Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”
 
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.
“Baik nek”, kata wanita tadi.

Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.
Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.
Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?
  1. Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.
  2. Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.
  3. Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.
Semoga kisah diatas bermanfaat.
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Hikmah Dibalik Pelangi

2 Januari 2012

Sahabat. Kita sering melihat pelangi yang berwarna-warni. Kita juga sering melihat aneka warna daun dan bunga. Pernahkah sahabat berfikir, kalau saja daun dan bunga memiliki warna yang sama? Pernahkah pula berfikir kalau saja pelangi hanya satu warna?  Tentunya tidak akan seindah jika tidak warna warni bukan?

Apa yang sahabat rasakan saat melihat warna-warni dalam pelangi, daun dan bunga itu?


Jika sahabat mencermati dengan seksama, menikmati dan merasakannya, tentu sahabat akan merasakan keindahan. Keindahan tidak hanya bisa dilihat, tetapi keindahan itu juga dirasakan hingga merasuk ke dalam hati.


Kaitannya dengan judul makna dibalik perbedaan apa?

Sahabat. Perbedaan warna pada pelangi, daun, dan bunga, adalah sedikit dari ketentuan Allah, Sang Pencipta alam ini. Dan karena perbedaan itu jadilah keindahan.


Indonesia, negara dengan beragam suku, kelompok, budaya, partai dan adat. Itu adalah cara Allah agar Indonesia menjadi indah.

Tiap suku, kelompok, adat  memiliki karakteristik yang tidak harus dibaurkan atau diseragamkan menjadi satu demi persatuan. Justru perbedaan suku dan budaya  itulah keindahan.


Berbangsa-bangsa, bersuku-suku  dan berkelompok tujuannya adalah untuk saling mengenal dalam kelompok kecil itu.

Perbedaan ini tidak membuat kita berpecah dengan kelompok lain, bukan untuk membanggakan kelompoknya atau merendahkan lainnya.

Keberagaman ini adalah untuk mengikuti ketentuan Allah (sunnatullah) yang telah ditetapkan. Keberagaman ini adalah seindah pelangi. Semua menyatu seperti seberkas cahaya matahari yang cemerlang. Satu tekad, satu tujuan yang menghasilkan pembiasan dan keanekaragaman pelangi.


Persatuan adalah perwujudan keharmonisan tiap-tiap komponen yang menerima perbedaan sebagai suatu kekayaan yang memperindah kehidupan. Penyeragaman sering menghasilkan persatuan yang semu. Ibarat pelangi, perbedaan warna muncul hanya untuk menunjukkan keindahan, bukan untuk bercerai berai.


Mari kita perkuat persatuan dalam keberagaman Indonesia.
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Pilih Penyu Atau Ayam?

11 Desember 2011

Mungkin banyak yang mengetahui bagaimana seekor ayam bertelur, namun bagaimana kisah penyu?

Sang penyu menghabiskan jarak ratusan bahkan ribuan mil dari tempat asalnya, dengan resiko ditangkap nelayan, dimangsa ikan hiu sampai tewas dengan tubuh hancur tersambar baling - baling kapal hanya untuk datang bertelur dipantai.

Seekor penyu lambat merayap menuju pantai, kira - kira 50 meter dari garis pantai ia berhenti dan mulai menggali pasir dengan kedua kaki belakangnya.

Tak lama kemudian lubang yang dibuat penyu tercipta, ia mulai bertelur, ratusan telur meluncur deras dari sang penyu . Walaupun punggung & kepalanya disentuh manusia, ia sama sekali tidak merasa terganggu,  terus saja dengan keasyikan bertelurnya.

Selesai ia "memuntahkan" semua isi perutnya, sang penyu segera menutup lubang tersebut, dan kembali "mempersiapkan" perjalanan ratusan milnya dengan segala resikonya tanpa ada jaminan dapat kembali kepantai tersebut dengan selamat tahun berikutnya hanya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi orang lain dan keturunannya.

----------->
Sebagai manusia "perjalanan kita" hampir sama, mengarungi "samudra" kehidupan dengan segala resiko, tantangan dan hambatan yang tidak kalah hebatnya tanpa ada jaminan untuk mencapai tepian "pantai kesuksesan".

Sikap tanpa pamrih sang penyu adalah salah satu contoh bagaimana kita berkontribusi dan berkarya secara diam-diam tanpa pamrih sekalipun banyak "gangguan" disekitar kita demi menghasilkan sesuatu yang sangat berguna bagi orang lain dan keturunan. 

Namun coba Anda bandingkan dengan ayam, jika ingin bertelur ia akan berkotek keras-keras sepanjang hari, seolah memberitahukan seluruh penghuni hutan dan kampung bahwa ia akan berkarya, yang kemudian ternyata cuma bertelur satu butir dan mungkin cuma kecil bentuknya. Dan jikapun "diganggu" saat bertelur, ayam akan mengurungkan niatnya untuk menghasilkan telur.

Sumber: Kiriman dari sahabat Eeng (Pin:2247E1F4)
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Persahabatan

24 November 2011

Mencari persahabatan itu seperti kita memasukkan benang dalam lubang jarum....
 
Sulitnya mencari seorang sahabat itu bisa digambarkan ketika kita berusaha memasukkan benang ke dalam lubang jarum. Ada saja halangan atau kendala saat kita berusaha memasukkan benang dalam jarum, ada angin, mata kita yang kurang fokus, tempat yang kurang terang dan lain-lain.

Namun setelah kita berhasil melawan kendala yang ada, akhirnya benang bisa masuk ke dalam jarum, itulah saat-saat yang menggambarkan bahwa kita telah berhasil mendapatkan seorang sahabat. Setelah jarum dan benang telah bersatu, tibalah saatnya kita merajut..dalam hal ini kita sebagai jarum dan sahabat kita sebagai benang, bersama-sama merajut peristiwa-peristiwa manis dan indah sehingga menjadi rajutan indah berupa kenangan terindah di hidup kita.

Itulah Sahabat, seseorang yang kita peroleh dari pengorbanan dalam kehidupan kita. Yang awalnya pahit namun berakhir manis.
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Hapuskan Dendam Dan Bersihkan Hati

2 November 2011

Saya adalah pendatang disuatu daerah. Dipasar kota tersebut, saya membuka usaha kecil-kecilan. Berupa penyewaan play station ( PS ) dan rental VCD. Di depan toko ada tukang parkir. Selain tukang parkir dia adalah preman pasar. Preman ini sering berulah di depan toko saya. Sehingga ini membuat pelanggan saya menjadi kurang nyaman. Geram rasanya jika karena ulahnya pelanggan saya pergi. Dan ini sudah terjadi berulang kali. Mungkin karena saya pendatang sehingga dia berulah demikian.
Meski begitu, preman pasar ini sudah beberapa kali meminjam play station ketempat saya, dan dia mengembalikan tepat waktu, dan saya selalu memberikan special discount kepadanya karena terpaksa.
Suatu malam, tepatnya pukul 12 malam preman ini berjalan -jalan dilorong gang menuju rumah saya. Preman itu jalan sempoyongan sambil mengomel. Saat di depan rumah dia memanggil-manggil nama saya dengan sangat tidak sopan. Ingin rasanya saya tonjok hidungnya. Saya pun keluar, penampilan preman malam itu sangat semrawut, kepalanya sedang diperban yang terlihat berdarah, sambil membawa kampak. Dia terlihat dalam emosi yang tinggi. Dan dia pun meninju berulang kali ke arahku. Namun bisa kuhindari. Pikir saya, buat apa berurusan dengan preman ini, daripada kedepan timbul masalah, mending saya tenangkan dia.
Saya mencoba menenangkannya dan meminta kapak yang dia bawa, ternyata dia menyerahkan kampak itu ke saya. Beberapa saat kemudian dia mengemukakan bahwa dia ingin meminjam PS ke saya, sayapun melayani. Setelah preman itu pulang, hati kecil ku berkata, masak harus mengalah terus. Kalau mengalah nanti akan diinjek-injek terus. Akhirnya saya memutuskan, esok hari akan saya tantang preman itu untuk duel secara jantan.

Keesokan harinya saya mencarinya namun preman itu tak ada terlihat, sampai dua hari saya mencari-cari preman itu. Namun tidak ketemu. Hingga bertemu dengan orang tuanya yang mengatakan bahwa si preman sudah berada di Kantor polisi. Dia ditangkap setelah dari rumah saya, lengkap dengan PS ditangannya. Tuduhan polisi kepada nya diantaranya membuat keributan di pasar, serta mencuri PS dari rumah penduduk. Owh baru tau saya ternyata kampak yang dibawa ke rumah saya itu digunakan untuk membuat keributan.
Setelah mengetahui si preman ditangkap polisi saya kemudian menuju kantor polisi untuk menjenguknya. Namun dalam laporan ke Polisi saya tidak melaporkan si preman sebagai pencuri dia hanya meminjam dari saya serta saya terangkan bahwa dia adalah langganan saya. Mengenai kejadian malam itu, sewaktu dia berusaha memukulku juga tidak saya ceritakan. Malah saya ceritakan bahwa saya mencoba menenangkan dia, serta menanyakan apa yang perlu di Bantu. Preman itu mengeluh saat itu dia sakit gigi dan tidak punya uang untuk membeli obat. Kemudian saya membelikan obat dan rokok serta uang alakadarnya guna membeli makanan selama ditahan di kantor polisi.

Sehabis mengisi formulir pengambilan barang dikantor polisi, saya kemudian pulang. Seminggu kemudian si preman tiba-tiba muncul didepan rumahku dan tiba-tiba dia mendekatiku dengan terburu-buru, dia memelukku dan menangis dipundakku. Dia mengucapkan terima kasih atas bantuanku sewaktu dia berada di kantor polisi. Dia percaya dengan kedatangan saya ke kantor polisi tuduhan pencurian dapat dihindari.

Saat ini si preman masih berprofesi sebagai tukang parkir, namun sikapnya sudah berubah dibandingkan sebelum dia ditangkap. Hampir setiap kali dia bertemu denganku, dia selalu menyapa dan tersenyum...

Apa kandungan dan makna dari cerita di atas?
Kandungan dari cerita ini :

1. Dendam dan amarah tidak akan menyelesaikan sebuah persoalan.
2. Setiap persoalan seyoknyanya dihadapi dengan kepala dingin dan diputuskan dengan bijak
3. Usahakan membantu kesulitan orang lain, meskipun orang tersebut memusuhimu
4. Untuk mengubah sikap seseorang tidak seharusnya dengan menceramahi terus – menerus, namun sentuhlah nuraninya dengan sikap dan perbuatan yang baik.

Sahabat, sesuatu yang membara jika dihadapi dengan api, maka yang ada hanyalah kehancuran. Sebagaimana kekerasan yang dihadapi dengan kekerasan pula. Maka kehancuranlah yang didapat.  Dengan melebur rasa dendam, maka akan meleburkan pula rasa amarah, dan akhirnya dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan persahabatan.

Jadilah orang yang beruntung, bukan orang yang merugi dan kecewa. Dendam adalah onggokan sampah hati yang membuat pemiliknya semakin tersiksa dan menderita.  Bukankah Allah juga maha memaafkan atas kekurangan, kelemahan dan kekhilafan manusia?

Lalu, mengapa manusia tidak banyak belajar untuk mencukupkan diri hanya dengan Allah, saja? Ketika seseorang memenuhi hati, pikiran dan hari harinya hanya dengan Allah, maka sanjungan atau makian bukanlah sesuatu beban yang harus dipikirkan, dibenci atau disenangi orang bukan suatu masalah yang dapat mengganti jati diri kita. Ya, jati diri seorang yang baik. Bukan jati diri pendendam.

Semoga Coretan Motivasi ini dapat bermanfaat dan menjadikan kita lebih baik. Cerita motivasi ini dikirimkan oleh Ari
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Jalan Menuju Kesuksesan

10 Oktober 2011

Pada suatu kala, seorang pria sedang berjalan di sebuah tempat untuk mencari harta karun. Sampai akhirnya, tibalah ia di sebuah jalan bercabang tiga. Kebetulan ada orang tua yang sedang berdiri di pinggir persimpangan jalan tersebut.

Pria itu sedang bingung karena ada tiga jalan menuju arah yang berbeda. Ia pun sulit memutuskan mau memilih jalan yang ingin ditempuh. Lalu ia bertanya pada orang tua tersebut, “Hai, pak tua. Bolehkah saya bertanya? Saya sedang dalam perjalanan mencari harta karun. Tapi di depan saya ada tiga jalan yang berbeda. Bolehkah bapak menunjukkan kepada saya jalan yang benar?”

Orang tua itu tidak menjawab. Ia hanya menunjuk jalan yang pertama.

Pria itu berterima kasih dan segera mengambil jalan yang pertama.

Beberapa saat kemudian, pria yang tadi kembali lagi. Tapi kali ini seluruh badannya kotor terkena lumpur. Ia mendekati pak tua itu dan berkata, “Hai, pak tua. Tadi saya tanya arah ke tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan pertama. Tapi saya malah terjebak ke dalam kolam lumpur yang luas. Badan saya jadi kotor begini.” Ia lalu bertanya, “Sekarang di mana jalan menuju harta karun? Tolong tunjukkan pada saya!”

Orang tua itu tetap tidak bersuara. Ia kemudian menunjuk ke jalan yang ke dua.

Pria itu kemudian berterima kasih dan segera mengambil jalan yang kedua.

Beberapa saat kemudian, pria tersebut kembali lagi. Badannya bukan hanya terkena lumpur pekat, tapi juga celananya penuh dengan sobekan dan kakinya luka seperti tergores sesuatu.

Kali ini ia mendekati pria tua itu dengan ekspresi wajah yang kesal.Ia berkata dengan sedikit marah, “Hai, pak tua! Tadi saya menanyakan arah menuju tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan yang kedua. Tapi, jalan itu penuh dengan semak berduri. Seluruh kaki saya jadi terluka karena tergores duri.”

Kali ini ia bertanya lagi, “Sekarang saya tanya sekali lagi, di mana jalan menuju harta karun itu? Anda sudah dua kali membohongi dan mencelakai saya. Sekali lagi berbohong, Anda akan tahu akibatnya.”

Pria tua itu tetap diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia sekarang menunjuk ke jalan yang ke tiga.

“Apakah Anda yakin dan tidak berbohong?” tanya pria itu.

Pria tua itu menganggukkan kepalanya dan sekali lagi menunjuk ke jalan yang ketiga.

Pria itu pun segera pergi meninggalkan pria tua tersebut. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali lagi sambil berlari seperti ketakutan. Dengan napas tersengal, ia bertanya dengan marah, “Hai, pak tua! Apakah Anda mau membunuh saya? Di jalan sana ada banyak sekali binatang buas. Itu sama saja dengan cari mati.”

Pria tua itu akhirnya buka mulut, berkata, “Semua jalan tadi sebenarnya bisa menuju ke tempat harta karun. Hanya saja untuk menuju ke sana, Anda harus melewati jalan tersebut. Anda bisa memilih melewati kolam lumpur, semak berduri, atau binatang buas. Anda bisa pilih salah satu. Kalau benar-benar mau pergi ke tempat harta karun, Anda harus berani melewati salah satunya. Jika Anda tidak mau, silakan kembali saja.”

Begitu mendegar penjelasan dari pria tua itu, ia menundukkan kepala. Ia mundur, membatalkan perjalanannya dan kembali pulang…

Pesan Untuk Pembaca :

Saya yakin semua orang dengan semangat akan menjawab “Ya” saat ditanya apakah mereka ingin meraih kesuksesan. Namun sebagian besar tidak berani menjawab saat ditanya apakah mereka bersedia membayar harganya. Kenyataan yang sering terjadi adalah banyak sekali orang yang tidak bersedia menempuh jalan kesuksesan yang terlihat sangat berat. Mereka hanya ingin langsung sampai di garis finis, tapi tidak pernah mau melangkahkan kakinya untuk mencapai garis finis tersebut.

Salah satu tantangan berat yang harus Anda hadapi saat berjuang meraih kesuksesan adalah mendorong diri Anda untuk maju meskipun jalan yang sedang Anda tempuh sangat berat, berliku, dan penuh rintangan. Tantangan inilah yang seringkali membuat nyali seseorang menjadi ciut. Tantangan inilah yang akhirnya menyebabkan banyak orang tidak berani membayar harga dari sebuah kesuksesan. Mereka tidak siap untuk membayar dan lebih memilih melupakan kesuksesan yang ingin mereka raih.

Tidak peduli apa pun tujuan yang ingin Anda capai, rintangan tetap akan ada dan tidak akan hilang. Di mana ada kesuksesan, di situ ada rintangan yang menghalanginya. Hanya orang-orang sukses yang berani menghadapi rintangan demi rintangan sampai akhirnya meraih tujuan. Sebaliknya orang gagal lebih memilih untuk menyerah. Dan yang lebih menyedihkan, mereka bahkan tidak berani mencoba saat melihat betapa beratnya perjalanan yang harus dilalui. Mental mereka sudah dikalahkan jauh sebelum mereka memulai.

Rintangan akan selalu berdiri di depan kesuksesan. Anda harus berani melewatinya sebelum berhasil mendapatkan kesuksesan. Ada dua pilihan, mengeluh dan menyalahkan rintangan itu atau mendorong diri Anda untuk mengalahkan rintangan tersebut. Anda boleh menyalahkan rintangan yang kelihatannya selalu menghadang Anda. Tapi cobalah pikirkan, apakah rintangan itu akan hilang dengan cara menumpahkan kekesalan Anda?



»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

Jiwa Yang Bisa Bersyukur

13 September 2011

Apakah anda pernah membayangkan menulis buku bukan dengan  tangan, kaki atau anggota tubuh lainnya? Bayangkan kalau anda menulis dengan kelopak  mata kiri? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk  dilakukan, Anda tentu belum mengenal orang yang bernama Jean- Dominique Bauby. Seorang pemimpin redaksi majalah Elle, majalah  kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.
Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk  menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa.  Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa  yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, Anda pasti akan  berpikir, “Berapa pun problem dan beban hidup kita semua,  hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!”

Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya  lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya “Seperti pikiran di dalam botol”. Memang ia  masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya  adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi  dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.
Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman- temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip  apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. “Bukan main,”  kata Anda.
Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan  menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita  disuruh “menulis” dengan cara si Jean, barang kali kita harus  menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean  dalam pembuatan bukunya.

Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).

Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang  digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun  untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah  bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik dan tetap menjadi seorang manusia (bahasa Sansekerta yang berarti  pikiran yang terkendali), bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya.

Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya  yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang hidup tanpa  punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu  mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika mendapat  cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas  juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak punya anak juga  mengeluh. Carl Jung, pernah menulis demikian: “Bagian yang paling  menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri  secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang  tertutup!”
Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang sedang  stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak bahagia  karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru mendapat musibah kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK, ingatlah  kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan  anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah…!  Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi  bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian  berterima kasih/ bersyukurl).
Dalam artikel yang berjudul Kegagalan & Kesuksesan Hasil Konsekuensi  Pikiran ( SPM 26 Februari 2005) dituliskan, seseorang yang sadar  sepenuhnya, dia datang ke dunia ini hanya dibekali sebuah nyawa  (jiwa). Nah, nyawa itu harus dirawat dengan menjalani kehidupan
secara bertanggung jawab. Dengan nyawa ini pulalah, seseorang harus  hidup bahagia, di manapun dia berada, dan dalam kondisi apapun, dia  harus bisa bahagia. Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri  apa yang kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita  bisa hidup di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak  meminta (menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa  yang bisa diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah  seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.

Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak  sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup.  Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak  pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah  kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang  telah banyak mengalami kegagalan.

Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak  cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide  besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan. Ditolak pun bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha!

Sumber : Lianny Hendranata
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini

JANGAN HANYA BISA BERMIMPI

30 Juli 2011

Sesuatu yang aku sesali adalah jika dari pagi hingga matahari terbenam, Amalku tidak bertambah sedikitpun, padahal aku tahu, saat itu umurku berkurang. (Ibnu Mas'ud RadhiAllahu 'Anhu)
Orang yang banyak angan-angan akan mudah diserang malas karena dia tidak fokus pada tujuan utama, suatu keadaan ia ingin melakukan hal ini, tetapi tiba-tiba ia memikirkan yang lain, sehingga fikirannya bercabang-cabang, bingung dan pusing dengan mana yang harus akan dilakukan. Dan akhirnya malas datang dan menghampirinya.
Lakukan lah selagi bisa, selagi dirimu mampu melakukan sesuatu. Jangan pernah untuk menunda-nunda suatu pekerjaan. Walaupun ternyata hal tersebut sangat sulit dimulai, termasuk pada diriku sendiri.
Atau ketika duduk sendiri dan melamun membayangkan hal yang tidak mungkin. Ada pepatah "Gapailah Mimpimu tapi jangan hidup dengan terlalu banyak bermimpi". Suatu mimpi mungkin bisa dijadikan suatu patokan dalam hidup, dan bekerja keras hingga sukses adalah akhir mimpi itu tetapi bagaimana dengan orang yang selalu hidup dengan mimpi. Setiap hari selalu membayangkan sesuatu yang tidak mungkin bisa ia capai. Dan tanpa melakukan apa-apa untuk menggapai mimpi itu...
Ada pepatah mengatakan "Mati Belanda karena pangkat, Mati cina karena kaya, Mati suatu suku atau bangsa karena angan-angan kosong (karena malas)".
Segala kemampuan yang kita miliki merupakan karunia Allah yang harus kita syukuri. Oleh karena itu, kemampuan yang kita miliki harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Kemampuan yang kita miliki akan menjadi tidak berarti apabila kita tidak percaya diri terhadap kemampuan yang kita miliki. Seseorang yang percaya diri tentu akan yakin terhadap kemampuan dirinya, sehingga ia berani untuk menggunakan dan memanfaatkan kemampuannya dan mendapatkan hasil atas kemampuan yang ia usahakannya.
"Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih baik dari hari kemarin, dia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang keadaan hari ini seperti kemarin dia adalah orang yang rugi, dan barang siapa yang yang keadaan hari ini lebih buruk dari hari kemarin dia terkutuk" (Hadist Riwayat Hakim)

Hai Sobat, Gapailah Impian mu, Kejar sejauh apapun dan seberat apapun itu. "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina". So... Jangan Pernah berhenti Bermimpi, Karena Mimpi itu gratis tetapi Jangan Cuma Bisa Bermimpi, namun Berusahalah menggapai mimpi mu itu sobat... Seorang Ilmuwan Albert Einstein berkata "Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tapi berusahalah untuk menjadi manusia yang sempurna".

Semoga ulasan di atas dapat menjadi suatu Inspirasi Untuk Mu semua
»»  Baca Selengkapnya Klik Disini
Heart Collage
 
◄ Design by Romeo